Aksi Bumi TeeFILIC: Program Edukasi dan Aksi Nyata untuk Mengatasi Sampah Plastik di Bandung

Aksi Bumi TeeFILIC merupakan program peduli lingkungan yang digagas oleh Program Studi S1 Teknik Fisika Telkom University bersama Yayasan Solusi Sungai Resik dan Plastic Fischer Jerman. Program ini fokus pada penanganan sampah plastik, edukasi lingkungan, dan aksi bersih sungai di wilayah Bandung. Kolaborasi lintas institusi ini menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan, teknologi, dan masyarakat dapat bersatu untuk menciptakan perubahan positif bagi bumi.


Mengapa Sampah Plastik Perlu Diatasi?

Produksi plastik global mencapai 380 juta ton per tahun, dan hanya kurang dari 20% yang berhasil didaur ulang. Sebagian besar plastik berakhir di:

  • Tempat pembuangan akhir
  • Sungai dan laut
  • Dibakar sehingga mencemari udara

Bahkan, diperkirakan sekitar 8 juta ton plastik mengalir ke laut setiap tahun, sementara sampah plastik membutuhkan 250–500 tahun untuk terurai. Kondisi sungai di berbagai wilayah Indonesia termasuk Bandung—seperti Sungai Cikapundung dan Sungai Lengkong—menunjukkan urgensi penanganan limbah plastik sejak sekarang.


Tujuan Utama Program Aksi Bumi TeeFILIC

Program ini dibuat untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan melalui:

1. Bersih Sungai dan Lingkungan Sekitar

Kegiatan rutin dua kali sebulan untuk membersihkan sampah plastik dari sungai dan lingkungan sekolah. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa, guru, dan masyarakat sekitar.

2. Edukasi Lingkungan kepada Pelajar dan Mahasiswa

Memberikan pemahaman tentang bahaya sampah plastik, cara memilah sampah, serta peluang ekonomi dari daur ulang plastik.

3. Demonstrasi Teknologi Daur Ulang Plastik

Tim dosen Teknik Fisika yang telah menghasilkan dua paten nasional menunjukkan bagaimana sampah plastik dapat diolah menjadi produk bernilai tinggi, termasuk material dasar untuk furnitur.

4. Mendukung Target SDGs

Program ini berkontribusi pada SDGs 1 (Pengentasan Kemiskinan), SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas), dan SDGs 17 (Kemitraan untuk Tujuan).


Siapa yang Terlibat dalam Program Ini?

Program Aksi Bumi TeeFILIC melibatkan berbagai pihak, antara lain:

  • 275 siswa SMP Telkom Bandung
  • 15 guru
  • 25 mahasiswa Prodi Teknik Fisika
  • Dosen dan peneliti Telkom University
  • Yayasan Solusi Sungai Resik
  • Plastic Fischer Jerman
  • Komunitas dan mitra lingkungan lainnya

Melalui survei pra dan pasca kegiatan, para siswa menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan mengenai pentingnya menjaga lingkungan dari limbah plastik.


Kegiatan Utama Aksi Bumi TeeFILIC

1. Aksi Bersih Sungai

Aksi ini dilakukan di beberapa titik sungai yang terindikasi memiliki tingkat pencemaran plastik cukup tinggi. Kegiatan dilakukan secara berkala agar sungai tetap terjaga kebersihannya.

2. Edukasi Bahaya Plastik dan Daur Ulang

Sesi edukasi mencakup topik seperti:

  • Siklus hidup plastik di lingkungan
  • Dampak sampah plastik terhadap kesehatan
  • Cara memilah dan mengelola sampah
  • Contoh produk daur ulang yang bernilai jual

3. Pengenalan Produk Olahan Plastik

Tim menampilkan contoh produk dari limbah plastik hasil riset—menunjukkan bahwa sampah plastik bukan hanya masalah, tetapi juga peluang ekonomi.


Dampak Program bagi Lingkungan dan Masyarakat

Program Aksi Bumi TeeFILIC memberikan manfaat langsung seperti:

  • Peningkatan kesadaran pelajar terhadap bahaya sampah plastik
  • Lingkungan sekolah dan sungai menjadi lebih bersih
  • Terbukanya peluang kolaborasi baru dengan berbagai mitra
  • Peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengelola limbah plastik
  • Mendorong terbentuknya gerakan berkelanjutan menuju lingkungan yang lebih sehat

Rencana Keberlanjutan Program (2025–2027)

Ke depan, Aksi Bumi TeeFILIC akan terus dikembangkan melalui:

  • Penambahan tiga program studi baru yang terlibat
  • Pengajuan pendanaan eksternal
  • Penambahan mitra nasional & internasional
  • Penguatan riset teknologi pengolahan limbah plastik
  • Perluasan kegiatan edukasi ke lebih banyak sekolah

Program ini dirancang agar tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan yang memberikan dampak jangka panjang.


Kesimpulan

Aksi Bumi TeeFILIC membuktikan bahwa solusi sampah plastik membutuhkan kolaborasi, edukasi, dan aksi nyata. Dengan melibatkan sekolah, kampus, masyarakat, serta mitra nasional dan internasional, program ini berhasil menciptakan kesadaran dan perubahan positif bagi lingkungan Bandung.

Melalui inovasi, teknologi, dan kepedulian bersama, kita bisa menjadikan sampah plastik bukan ancaman, tetapi peluang untuk masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Daftar Pustaka

[1] G. Celik, R.M. Kennedy, R.A. Hackler, M. Ferrandon, A. Tennakoon, S. Patnaik, A.M.

LaPointe, S.C. Ammal, A. Heyden, F.A. Perras, M. Pruski, S.L. Scott, K.R. Poeppelmeier,

A.D. Sadow, M. Delferro, Upcycling single-use polyethylene into high-quality liquid

products, ACS Cent Sci, 5 (2019) 1795-1803.

[2] A. Sangroniz, J.B. Zhu, X. Tang, A. Etxeberria, E.Y. Chen, H. Sardon, Packaging

materials with desired mechanical and barrier properties and full chemical recyclability, Nat

Commun, 10 (2019) 3559.

[3] K. Li, Y. Wang, M. Rowe, X. Zhao, T. Li, H. Tekinalp, S. Ozcan, Poly(lactic acid)

toughening through chain end engineering, ACS Appl Polym Mater, 2 (2020) 411-417.

[4] X. Zhao, H. Tekinalp, X. Meng, D. Ker, B. Benson, Y. Pu, A.J. Ragauskas, Y. Wang, K.

Li, E. Webb, D.J. Gardner, J. Anderson, S. Ozcan, Poplar as biofiber reinforcement in

composites for large-scale 3D printing, ACS Appl Bio Mater, 2 (2019) 4557-4570.

[5] X. Jiao, K. Zheng, Q. Chen, X. Li, Y. Li, W. Shao, J. Xu, J. Zhu, Y. Pan, Y. Sun, Y. Xie,

Photocatalytic conversion of waste plastics into C2 fuels under simulated natural environment

conditions, Angew Chem Int Ed Engl, 59 (2020) 15497-15501.

[6] T. Uekert, M.F. Kuehnel, D.W. Wakerley, E. Reisner, Plastic waste as a feedstock for

solar-driven H2 generation, Energy & Environmental Science, 11 (2018) 2853-2857.

[7] J.J. Guo, X.P. Huang, L. Xiang, Y.Z. Wang, Y.W. Li, H. Li, Q.Y. Cai, C.H. Mo, M.H.

Wong, Source, migration and toxicology of microplastics in soil, Environ Int, 137 (2020)

105263.

[8] M.C. Rillig, A. Lehmann, A.A.d.S. Machado, G. Yang, Microplastic effects on plants,

New Phytologist 223 (2019) 1066-1070.

[9] https://pdki-

indonesia.dgip.go.id/detail/f9658463a81714460088530feaa6ffa784051711fe80cf926dcf7fb9347

18569?nomor=S00202101717&type=patent&keyword=IDS000005495

[10] https://pdki-

indonesia.dgip.go.id/detail/1905e8c8a51f754d401113be59efd61b83e66d435ab0df31a94f80d60e

5874ec?nomor=S00202214639&type=patent&keyword=IDS000007278

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *